RSS

Monthly Archives: May 2012

Beras Coklat vs Beras Merah

Berawal dari ketertarikan untuk mengatur pola makan, gw coba untuk mempelajari tentang beras yang menjadi asupan keseharian.
Banyak yang mengatakan “jika ingin diet, sebaiknya makan beras merah!” lalu gw pun coba mencari beras ini. Kemudian masih dalam pencarian, ditawarkan jenis beras yang sebelumnya belum pernah gw dengar, beras coklat, atau yang lebih dikenal dengan organic brown rice.

Dari berbagai sumber yg ada, didapatkan informasi yang berbeda-beda mengenai kedua jenis beras ini, ada yang mengatakan bahwa beras coklat lebih sedikit kalori daripada beras merah, jadi beras ini lebih baik untuk diet rendah kalori. Namun ada juga yang mengatakan beras merah itu adalah beras coklat.

Image
Beras Coklat
Beras coklat adalah beras yang hanya dihilangkan sekamnya, namun tidak dipoles menjadi beras putih. Beras coklat dan beras putih memiliki kandungan kalori, karbohidrat, protein dan lemak yang sama. Yang membedakan hanyalah dengan proses penggilingan beras dengan alat pemoles, lapisan aleuron beras akan hilang. Bersamaan dengan hilangnya lapisan terluar beras ini hilang pula beberapa vitamin B1, B3 dan zat besi. Beras coklat juga mengandung asam-asam lemak dan serat pangan yang lebih tinggi dari beras putih. Beras coklat yang masih mengandung dedak, mengandung pula minyak dedak yang katanya mungkin dapat menurunkan LDL Cholesterol.

Organic brown rice adalah beras coklat yang dalam pertumbuhannya dibebaskan dari pestisida yang mengandung Arsen. Parahnya, Arsen dapat berpengaruh buruk pada berbagai organ tubuh termasuk kulit, sistem respirasi, kardiovaskular, sistem imun, sistem genital, sistem reproduksi, dan sistem syaraf.

Image
Beras Merah
Beras merah telah dikenal sejak tahun 2800 SM. Oleh para tabib saat itu benda ini dipercaya memiliki nilai-nilai medis yang dapat memulihkan kembali rasa tenang dan damai.

Meski, dibandingkan dengan beras putih, kandungan karbohidrat beras merah lebih rendah (78,9 gr : 75,7 gr), tetapi hasil analisis menunjukkan nilai energi yang dihasilkan beras merah justru di atas beras putih (349 kal : 353 kal).

Selain lebih kaya protein (6,8 gr : 8,2 gr), hal tersebut mungkin disebabkan kandungan kandungan tiaminnya yang lebih tinggi (0,12 mg : 0,31 mg). Tiamin (kecukupan yang dianjurkan untuk dewasa pria usia 20-59 tahun 1,2 mg per hari, sedangkan untuk wanita 1 mg per hari) itu sebagai enzim yang berfungsi untuk berbagai reaksi metabolisme energi.

Unsur gizi lain yang diperkirakan juga berpengaruh pada pendongkrakan energi beras merah adalah fosfor (243 mg per 100 gr bahan).

Jadi, beras merah tidak sama dengan beras coklat, mana yang lebih baik? dua-duanya sama lebih baik darpada beras putih. Gw pribadi lebih memilih beras merah untuk diet tinggi protein.

Say no to nasi putih! 😀

Image

ps: ini review awam cuma sebagai konsumen yang sekedar tahu dan gw bukan ahli dalam bidang pertanian 😀

 
2 Comments

Posted by on May 3, 2012 in Share