RSS

Monthly Archives: January 2012

The Flight and the Vietcong, Trip to Vietnam part 1

Dari LCCT Malaysia jam 5 pagi gua bertolak ke Noi Bai International Airport di Hanoi, Vietnam.

*Serasa di kutub*

Malamnya, gua tidur di airport.. di lantai.. *sakit punggung*

Di pesawat sebelum take off, orang orang vietnam itu ribut banget. Sama kayak orang Indonesia -___-

Ketika masuk ke pesawat dan duduk di seat, mata gue langsung tertuju ke depan. Ke arah cewe cantik nan modis yang sedang berjalan mendekat.

Dalam hati ini langsung berbisik, “please duduk disebelah, please..

Dan ternyata dia duduk di dekat gua, cewe cantik nan modis ini duduk di belakang gua. *langsung orgasme*

Perjalanan agak berguncang mungkin karena cuaca yang agak buruk,

Dan kemudian,

Cewe cantik itu muntah.

Muntah berulang kali ke kantung kertas yang ada didepannya. Khusyuk banget muntahnya.

Dan rusaklah imajinasi gue tentang gadis cantik itu.

Di sebelah gua, ada couple Vietnamese, cewenya lumayan cakep sih. Beberapa saat sebelum sampai, gua diajak ngomong sama cowoknya.

Dia: “To Hanoe?”

Me: “Hah?”

Cewenya: “effawefaerfweg”

Me: “You speak english?”

Cewenya: “A little” “You malaysian?”

Me: “I am indonesian”

Cewenya: “Come Hanoi for holiday?”

Ngobrol berikutnya ga seberapa jelas karena inggrisnya dia yang agak sulit diterjemahkan, dan gua cuma asal jawab aje.

Awalnya mau nekat sok deket ngobrol sih ama mreka, malah mreka yang sok deket ma gua -___-”

Baru saja mendarat di Hanoi. Serasa jadi zombie. Kurang tidur. Ketika baru keluar pesawat, gue penumpang satu-satunya yang memakai celana pendek………Gua ditanya-tanyain oleh beberapa orang Vietnam yang tiba-tiba sok akrab. “You not cold?” “Ehem, i bring jacket” “ohh”

Oh ternyata suhunya memang dingin. Sekitar 12 derajat.

Di airport, gue nukerin duit 100 US dolar ke Dong, mata uang Vietnam. Dan ternyata eh ternyata, Dong lebih lemah daripada Rupiah, dengan menukar 100 US dolar (sekitar 900ribu rupiah) gue mendapat 2,1 juta Dong.

Gue kaget. Banyak dong Dong yang gue terima? Jadi jutawan dong gue? banyak duit dong?

Intinya adalah, ke Vietnam membuat gue seperti anaknya Aburizal Bakrie, tinggal nyari Nia Ramadhani-nya Vietnam dan gue bakal kawin disini.

at the airport

Okay, gue dijemput shuttle car hotel menuju hotel.

Yang bikin surprise, shuttle car atau private car sih? Pakenya Chevrolet Cruze bok.

Me: How long its gonna take from here? is it far?
Driver: eoafhaisfjhsi… adfadafaegrg.. (ngomong pake bahasa dewa yang gua ga tau artinya apaan)
Me: What??
Driver: Far, 60 kilometers.
Me: *mikir ngapain tadi pake bahasa dewa*

Driver: “Bali, very good”

Me: “Oh ya.. hehe..” *hening*

On the way to city.

Kemudian nyampe lah ke hotel. Ceileh.

Kemudian, gue cari minimarket di sekitar hotel buat beli air minum dan lain lain. Ternyata tidak ada minimarket di Hanoi.

Adanya pedagang2 kecil gitu di pinggiran.

Waktu bayarnya agak sedikit susah, karena pecahan mata uang Dong itu besar-besar, dan semua duit bergambar Ho Chi Minh, membuat gue agak bingung membedakan uang. (maklum, anaknya Bakrie.)

Overall, biaya hidup di Vietnam lebih murah dari Indonesia. Cocok buat traveler mahasiswa kayak gue.

Oia, di cewe-cewe di Hanoi adalah salah satu yang tercantik di Asia Tenggara (setelah Bandung dan Surabaya tentu saja). Gue sempet baca di forum-forum traveling mengenai hal ini, dan banyak yang sependapat.

Keturunan Perancis (mantan penjajah mereka) yang ceweknya tercantik di dunia dan Cina yang sesuai selera gue berhasil membuat generasi yang unggul.

Di Hanoi, cewe ada dua, yang cantik ada 4. Bayangannya juga cantik.

Habis makan, gue ngobrol ama orang Vietnam karyawan hotel bernama Nguyet dan Ngoc Khanh.

Oh ya, bahasa Vietnam, menurut gue adalah salah satu bahasa yang sulit dibaca atau untuk diucapkan. Dari plang nama jalan, atau nama orang, bahasa Vietnam yg gue temukan, banyak mengandung huruf  ‘Ng’ ‘Xe’ dan ‘Kh’.

Hanya anak gaul yang boleh nyebrang

Hal ini menyulitkan gue untuk memanggil mereka.

Memanggil ‘yet..yet’ akan membuat Nguyet terdengar seperti orang Jawa bernama Yeti. Salah-salah bisa kepleset jadi ‘nyet..nyet’.

Memanggil Ngoc Khanh apalagi.

‘Ngoc..ngocc’ atau ‘Khanh..khanhh’ membuat gue terdengar seperti babi lagi batuk.

Makanan khasnya yaitu Pho, bacanya bukan ‘Fo’, tapi ‘Fe’. E kayak twitter.

Pho

Lalu gue tidur, menuntaskan birahi tidur yang semalam kurang terpenuhi.

Besoknya, gua ikut city tour menjelajah Hanoi.

ke daerah Ba Dinh Square,  semacam alun-alun kota Hanoi, kayak Tiananmen Square kalo di Cina.

Gedung yang besar itu Ho Chi Minh Maoseleum, di dalamnya ada jenazah Ho Chi Minh masih utuh.

Di dalam ngga boleh keluarin kamera / hape.

Lalu keliling ke Tran Quoc Pagoda, Temple of Literature, dan Maison Central Jail

Tran Quoc Pagoda

Tran Quoc 1

Tran Quoc 2

Temple of Literature

Maison Central Jail

Traffic

Keadaan kota Hanoi, mirip kayak Kuta Bali, toko-toko kecil yg gampang dikelilingi dengan jalan kaki, tapi sayang, motornya ngaco. Jauh lebih parah dari Jakarta. Super sekali!

Untuk bisa jalan-jalan dengan selamat di daerah ini, jangan lupa untuk tengok-tengok ke belakang, soalnya motor bisa aja muncul di belakang! Groarrr!

Malamnya, makan Barbeque di pinggir jalan depan hotel, karena rame, ya coba aja deh.

Bo Nuong (Barbeque Beef)

Mirip mirip kayak resto Hanamasa bagian grill nya kalo di Indonesia.

Begitu piringnya dateng, gua agak bingung sih.

Dikasi sepiring daging dan… dua piring sayur+buah.

Bingung cara masaknya gimana, orangnya ngajarin tanpa berbahasa.

Oh ternyata buah+sayurnya dulu sebagai alas, terus daging di atasnya.

Selesai makan, saatnya membayar.

100.000 Dong, atau 45.000 rupiah.

Ughh..

Random pictures:

Barbeque Dog

Tai chi

WTH

*hening*

.

.

*to be continued*

 
Leave a comment

Posted by on January 16, 2012 in Traveling